Merebahnya film Innocence of Muslims di video-video dan youtube milik Google, menuai kecaman di seluruh penjuru dunia. Pasalnya, film tersebut dengan terang-terangan menghina Nabi Besar Muhammad SAW. Dalam film tersebut, Rosulullah di dapuk sebagai seorang mata keranjang dan bodoh. Tak ayal lagi bila di negara-negara Islam mendemo besar-besaran kedubes AS sebagai aski protes tidak terima bila Nabi SAW di lakonkan seperti dalam film tersebut.
Akibat dari film itu warga Libya menembakkan peluru granat ke gedung kedutaan AS di Libya, dari lahan pertanian. Duta Besar AS untuk Libya, Christ Stevens dan tiga anggota kedutaan tewas akibat serangan roket ke konsulat AS di kota Benghazi, pada Selasa, 11 September 2012.
Seperti di lansir oleh Tempo. co, 18 September 2012, Nakoula Basseley Nakoula yang sebenarnya menggunakan nama samaran Sam Bacile, mengatakan kepada wartawan bahwa dia adalah seorang Yahudi Israel. Dan film itu menelan biaya sebesar US$ 5 juta, yang berasal dari teman-teman Yahudinya. Namun, yang sebenarnya, Nakoula adalah seorang Mesir Amerika beragama Kristen Koptik.
Nakoula berasal dari Cerritos, California, Amerika Serikat. Ia meminta pantauan polisi untuk meninjau ancaman pembunuhan yang di terimanya. Ia juga mengaku takut mati.
Nakoula juga menipu aktivis Kristen, Joseph Nassralla dalam pembuatan filmnya. Pendiri Media for Christ itu mengatakan, dia adalah korban dari produser utama itu, dia mengatakan film ini di ubah tanpa sepengetahuannya. Nasssralla juga mengatakan bahwa Nakoula melakukan shooting filmnya tidak hanya di kantornya tetapi juga di rumahnya.
Menurut Nassralla, dalam menjelaskan proyek filmnya, Nakoula mengatakan film itu berjudul "Dessert Warrior" dan akan menguji budaya gurun dan bagaimana hal itu berhubungan dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Media for Christ mengoperasikan stasiun TV satelit Kristen bernama The Way TV.
Sam Bacile, kata Nassralla, telah menggunakan Media for Christ tanpa izin untuk mendapatkan izin resmi pembuatan film itu.
Motivasi Sam Bacile membuat film Innocence of Muslims
"Saya muak melihat kaum radikal Islam saling membunuh satu sama lain," ujar Cindy Lee Gercia, aktris asal Bakeresfield, California yang merasa telah di tipu oleh Sam Bacile. Mengutip jawaban Bacile dalam sebuah wawancara dengan Gawker, Rabu, 12 September 2012.
Penulis skenario sekaligus sutradara, Sam Bacile tetap pada pendiriannya. Islam itu,"Sebagai kanker" dia sengaja membuat film itu sebagai bentuk provokasi politik untuk mengutuk agama.
Film Innocence of Muslims di buat dalam waktu tiga bulan pada 2011, di dukung 59 aktor, 45 orang di belakang layar,dan berdurasi dua jam. Ketika di putar di bioskop-bioskop Hollywood awal tahun ini(Januari 2012) tak satu pun karcis laku terjual alias gedung kosong melompong.
Menteri luar negri AS, Hillary Clinton menyebut film ini sebagai film menjijikan dan patut di salahkan. Pernyataan ini di sampaikan Hillary di kantornya, Kamis, 13 September 2012.
Hillary menambahkan, bahwa AS tidak memiliki hubungan apapun dengan film itu. Hillary menegaskan menolak pesan dan isi yang di sampaikan dalam film itu.
"Pemerintah Republik Islam Iran mengutuk penghinaan dan tindakan tak pantas ini," wakil presiden pertama , Mohammad Reza Rohimi, seperti di lansir kantor berita Mehr, Senin 17 September 2012.
"Tentu saja kami akan melacak, mencari, dan mengejar orang bersalah ini yang telah menghina 1,5 miliar umat muslim di seluruh dunia," kata Rohimi.
Seorang pengarah film, Steve Klien, mengatakan, produser film perlu memberikan perhatian terhadap keluarganya di Mesir. Namun Bacile menolak. Klien mengatakan berjanji akan membantu Bacile membuat film, namun ia mengingatkan,"Di masa depan, anda akan menjadi Theo Van Gogh,"
Theo Van Gogh adalah seorang Belanda produser film yang tewas di bunuh oleh ekstrim muslim pada 2004 setelah membuat film yang di anggap menghina Islam.
Google tetap pampang film anti Islam di youtube,"Video ini akan tetap di youtube," ujar juru bicara Google kepada Reuters. Namun Google akan memblok video tersebut dari sejumlah negara yang di anggapnya radikal, seperti Libya dan Mesir. Keputusan ini di ambil sesuai garis panduan yang telah di tetapkan untuk situs youtube.
Polisi AS mengaku sulit menjerat Bacile, sebab menurut Reuters, sejumlah pejabat AS menyatakan bila polisi tidak bakal menyelidi proyek film tersebut, meski film itu telah menimbulkan kekerasan di berbagai negara. Alasan mereka memproduksi film bukanlah kejahatan di AS.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan, menilai pembuatan film itu tidak lepas dari peringatan tragedi 11 Septenber beberapa waktu lalu.
Ulama Indonesia mengutuk keras pembuatan film itu, karena semangat film ini adalah penistaan kepada agama dan Nabi Muhammad SAW.
SBY mengecam film Innocence of Muslims, staf khusus SBY, bidang hubungan Internasional Teuku Faizasah mengatakan pemblokiran 16 video anti Islam di lakukan sejak pukul 16.30 WIB, 13 September 2012.
Berdasarkan pasal 28 ayat 2 undang-undang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 29 UU ITE, dasar hukum pemblokiran sudah sangat kuat.
Tak hanya di negara-negara muslim saja yang mendemo dan mengecam film Innocence of Muslims, di negara non muslim seperti Hong Kong pun melakukan demo di depan kedubes AS di Carter Garden, Central, 23 september 2012. Demo di mulai pukul 14.00 s.d. 16.00, para pendemo umat muslim di Hong Kong juga para BMI yang jumlahnya ribuan orang, acara demo berjalan tertib dan lancar, seperti di tuturkan Rima Khumaria dan Yulia Cahyaningrum dalam tulisannya yang telah di lansir oleh Dompet Dhuafa Hong Kong News.
Serangan hina terhadap Nabi Muhammad tak hanya sampai di situ, sebelumnya, koran Denmark pada edisi 2005 lalu, menerbitkan 12 karikatur tentang Nabi Muhammad sehingga memicu kerusuhan di negara-negara Islam.
Sebelumnya, pendiri Republik Islam Iran, Ayatullah Rohullah Khomeini, pernah menyerukan hukuman mati kepada novelis Inggris kelahiran India, Salman Rushdie, pada 1989 karena novelnya yang kontroversial ayat-ayat setan (The Satanic Verses). Kala itu ia mengatakan novel itu merupakan hujatan terhadap Nabi Muhammad.
Komentar Salman Rushdie tentang film Innocence of Muslims,"Respon yang benar adalah mengatakan itu film sampah dan tidak penting," kata Rushdie. Imbuhnya, film ini bagian dari omong kosong, sangat buruk, dan sangat jahat. Rushdie menentang insiden kekerasan yang terjadi dengan alasan menentang film itu. Dan sampai saat ini Rushdie hidup dalam persembunyiannya.
Belum reda protes umat muslim tehadap film Innocence of Muslims, kini muncul lagi karikatur yang di anggap menghina Nabi Muhammad SAW. Majalah mingguan Prancis, Charlie Hebdo, memuat karikatur vulgar Nabi Muhammad, Rabu, 19 September 2012.
Protes di berbagai negara muslim kini sasarannya bertambah, yaitu Prancis.
Tahun lalu, kantor redaksi majalah Charlie Hebdo di bom gara-gara memuat kartun Nabi Muhammad. Charlie mengatakan, tak tahan dan berada dalam perlindungan polisi selama setahun ini.
"Saya hidup dalam hukum Prancis, bukan negri dengan hukum Quran," katanya.
Organisasi Kerjasama Islam (IOC) mengutuk pemuatan kartun Nabi Muhammad tersebut. Sekretaris Jenderal IOC Ekineleddin ihsanoglu mengatakan, seharusnya media memperhatikan kondisi global yang tengah panas akibat film Innocence of Muslims."Saya berharap umat Islam juga bisa menahan diri," katanya.
Film nnocence of Muslims tidak hanya menimbulkan aksi dari umat Islam saja, tetapi juga umat Kristen.
Di Beirut, Lebanon, pertemuan tokoh agama Islam-Kristen, Senin, 24 September 2012 waktu
setempat, mengutuk film tersebut seperti di lansir National News Agency (NNA) para peserta menekankan perlunya melindungi agama dari ancaman penghinaan dan serangan. Kantor berita yang di jadikan sumber oleh Xinhua, Selasa, 25 September 2012, menambahkan, para peserta mendesk PBB dan Liga Arab untuk melakukan tindakan untuk mencegah pelecehan terhadap agama dan lambang-lambangnya.
Jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi, selain melakukan ibadah di depan Istana Negara, mengisi peringatan hari perdamaian dunia juga kecaman terhadap film Innocence of Muslims. Hal ini di sampaikan juru bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging, 23 September 2012.
Dari serangkaian peristiwa yang telah saya rangkum dari koran elektronik, Tempo.com, DDHK News, dan NNA (Kindo HK) tentang film, koran, dan novel penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, membuat saya pribadi turut prihatin serta mengecam film tersebut. Namun dengan tulisan saya ini semoga bisa menjadi obat penyembuh dari kebencian terhadap pembuat film tersebut.
Sebenarnya tuntutan umat Islam di dunia ini yang jumlahnya sekitar 1.5 miliar, hanya meminta para pelaku dan pembuat film anti-Islam Innocence of Muslims meminta maaf kepada seluruh umat Islam di dunia dan segera di hapus penayangannya dari youtube milik Google. Saya rasa permintaan itu sangat mudah dan logika, tetapi mengapa Google justru bersikeras dengan pendiriannya dengan berdalih bahwa AS memiliki undang-undang kebebasan berbicara dan berpendapat.
Seperti pernyataan mantan presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, dalam orasinya di depan kedubes AS, Jakarta, 30 Sebtember 2012 (Kompas.com). Hidayat mengatakan, pembuat film tersebut harus di hukum keras dan perbuatannya telah melanggar hak asasi manusia. Hidayat berharap usulan SBY membuat protokol anti-penistaan di PBB di setujui.
Sebenarnya bila Obama, bersikap lebih tegas dan tidak hanya mengurus partai politiknya, bisa saja Obama menginstruksikan ke Google untuk menghapus video-video itu. Apa lagi sudah jelas film penistaan agama tersebut telah melanggar HAM, Google sendiri bisa menghapus film anti-Islam itu di negara-negara Islam, hanya tinggal menunggu selangkah lagi untuk sukses menghapus film itu dari youtube. Semakin di desak, semoga Obama akan segera mendengar keluhan umat Islam, kalau tidak AS akan menjadi musuh umat Islam di dunia,
Menurut saya, ketiga tokoh yang telah menghina Nabi SAW tak akan pernah tenang dalam hidupnya. Sepertinya bila Bacile tidak segera menghapus film-filmnya itu, nasibnya pun tak kan beda jauh dengan nasib Theo Van Gogh. Sedangkan Charlie Hebdo si pemilik redaksi majalah, nasibnya bagai telur di ujung tanduk, menunggu keputusan pengadilan prancis. Sementara itu, Salman Rushdie hidup dalam persembunyian.
Bagaimana bisa Bacile mengatakan Rosulullah bodoh dan play boy. Dulu saat Rosulullah akan di bunuh kaum Quraish di tempat tidurnya dan di gantika oleh Syayidina Ali, bukankah kaum Quraish membenci Rosulullah lantaran beliau berada di jalan kebenaran dan menggantikan jalan sesat kaum jahiliyah menuju ke jalan Allah dengan Al-Quran sebagai mukzijat dan kitab sebagai petunjuk.
Rosulullah pembantai? lalu siapa yang mengusir umat muslim dari tanah kelahirannya? lalu, Rosulullah sendiri ikut serta dalam beberapa perang melawan kaum Quraish karena membela agama Allah SWT hingga pernah pedangnya putus, tangannya berdarah karena kaumnya tidak mendengarkan perintahnya saat Perang Uhud. Juga bebrapa perang lainnya seperti perang Khandak, Badar, Jamal.
Umat Islam saling membunuh? Apa Bacile tidak melihat pembantaian rakyat Palestina oleh Israil? anak-anak tak berdosa, ibu-ibu menyusui, bayi, orang tua dan masih banyak lagi.ratusan bahkan ribuan mayat orang-orang Palestina tidak di kubur layaknya mayat, malah di ratakan dengan tanah. Mengapa Bacile tidak melihat dengan hati nuraninya? mengapa Bacile hanya mengumbar nafsunya? Tak tahu sumbernya dari Quran dan Hadis, malah membuat skenario seenaknya saja.
Semoga film ini segera bisa di klarifikasi secepatnya dan umat beragama bisa hidup damai dan rukun seperti semula. Dan pemerintah AS segera mengambil langkah-langkah intensif terkait film Innocence of Muslims ini. Dan semoga ketiga tokoh yang telah menghina junjungan Nabi Besar Muhammad SAW itu bisa segera bertaubat dan di bukakan pintu hatinya oleh Allah SWT, serta hidayah Allah SWT akan menyertai ketiga tokoh yang menghina Rosululllah SAW tersebut.
Dan satu hal lagi pendapat penulis yang sangat sederhana, ada baiknya umat Islam di dunia membuat film tentang kehidupan Rosulullah di masa lalu. Jadi bisa untuk mengklarifikasi film penistaan agama milik Sam Bacile itu.
Nggak cukup dana? sebaiknya umat Islam mengumpulkan dana untuk pembuatan film ini.
Film buatan Sam Bacile ini jauh lebih jelek, bila di banding dengan sutradara peraih piala Oscar 2009, Kathryn Bigelow, dengan judul film"The Hurt Locker". Dan dia membuat film tentang terbunuhnya Osama bin Laden oleh komando AS Navy Seal (seal team six) di Abbotabed, Pakistan, awal Mei 2011.
Jenazah di ceburkan ke laut dari kapal induk UUS Vinson. Dan film itu berjudul"Zero Dark Thirty".
Bigelow membuat film ini ada data-data resminya walau ada sedikit data yang di samarkan.
Tak hanya Bacile yang membuat film menghina umat Islam, tetapi ada juga umat Islam sendiri menjadi sutradara muda malah filmnya menghina agamanya sendiri. Kita pasti ingat dengan film berjudul"Tanda ?" Sutradara Hanung Bramantyo. Semoga semua ini ada hikmahnya.Amin.
(Siswati Dwi Murti/sumber: Kompas.com, Tempo, Kindo HK, DDHK News)
No comments:
Post a Comment