Saturday, 13 October 2012

Eksistensi DDHK dan Pemberdayaan Umat berlandaskan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

            Eksistensi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) memberikan angin segar bagi buruh migran Indonesia (BMI) di Negri Beton, Hong Kong . Walaupun terdapat banyak organisasi BMI di Hong Kong, namun DDHK merupakan organisasi BMI terbesar di Hong Kong dan mendapat izin resmi pendirian dari pemerintah Hong Kong.
            DDHK didirikan pada tahun 2004, dan mendapat pembuatan izin pendirian Dompet Dhuafa. Dan legalitas DDHK yaitu, Dompet Dhuafa Association limitted Religious Aktivities Certificate No. 35688231-000-04-10-8,Auditor: AIP, partners C. P. A Limittted. Dengan mengangkat Yacob Ali sebagai direktur yang berasal dari Islamic Union of Hong Kong. Karena aturan di Hong Kong mempersyaratkan harus ada permanent residence, Rahmat Riyadi, Ahmad Juwaini, dan Herman Budianto.
            Tahun 2005/2006 Mr. Yacob Ali meninggal dunia dan di gantikan oleh H. Moh. Ali dan menambahkan corporate secretary Yolvis (KJRI HK). Lalu di lanjutkan oleh Imazgre Togie pada tahun 2005-2008, di sambung oleh Abdul Ghofur. Tahun 2006 Jamil Azzaini resign dari Dompet Dhuafa dan Rahmat Riyadi di gantikan oleh Ismail A. Said.
             Tahun 2011 H.Moh. Ali resign karena merasa sudah tua dan di gantikan oleh Andri Septari. Corporate secretary ( Yolvis) mengundurkan diri dan sedang di cari penggantinya. Pada Oktober 2011 Abdul Ghofur mengakhiri masa jabatan dan di gantikan oleh Ahmad Fauzi Qosim (GM DD Jogja). Dinamika dan perkembangan DDHK mengalami kemajuan signifikan masa kepemimpinan Abdul Ghofur (2008-2011), dan sekarang Abdul Ghofur menjadi Kepala Pengembangan Jaringan di Unimig (Union Migrant) Indonesia yang berkantor di Jakarta.
              Perkembangan DD dari tahun ke tahun secara fundraising atau penghimpunan zakat, infak, dan shodaqoh  (ZIS) mengalami peningkatan. Tahun 2005, ketika DDHK masih baru, dan ZIS yang berhasil di himpun HKD 20 ribu, tahun 2006 sekitar HKD 50 ribu, dan tahun 2007 meninggkat menjadi HKD 100 ribu.
               Memasuki tahun 2008, perolehan dana ZIS sudah mulai sangat signifikan, mencapai HKD 400 ribu dan tahun 2009 perolehan mencapai HKD 1 juta dan tahun 2010 sudah mencapai HKD 2.6 juta atau Rp 2.5 miliar.
                Adapun Core Program dari DDHK adalah sebagai berikut:
- pendidikan dan keterampilan bagi para perantau untuk mengasah life skill sehingga siap mandiri atau mengembangkan diri dan memebuka usaha ketika pulang ke Indonesia.
- Pelayanan dan bantuan kesehatan bagi perantau yang sakit.
- kemanusiaan  seperti, menggalangan dana bagi bantuan bencana alam dan korban banjir.
- Ekonomi kemandirian
Pengembangan kewirausahaan di kalangan perantau.
- Advokasi dan media
Pelayanan Muzaki dan Mustahiq, konsultasi, dan media komunikasi.
                  Unit pelaksanaan DDHK terdiri dari 12 unit:
1. Fat Choi
Khusus menangani akikah dan kurban. DDHK memudahkan BMI untuk berkurban atau akikah dengan membayar secara cicilan, sehingga tidak memberatkan bagi yang akan berkurban. Langkah ini sangat efektif.
2. Migran Institute
Tempat untuk menimba ilmu dan keterampilan meliputi,  kursus komputer,  kursus menjahit, kursus bahasa Inggris, kursus bahasa Mandarin, tata rias dan mengaji.
3. Majalah Iqro
Misi Iqro: menjadi media dakwah sekaligus laboratorium kepenulisan BMI Hong Kong.
4. LKT (layanan kesehatan terpadu)
Program LKT anatara lain, training kesehatan oleh tim dokter bagi volunteer, training cara menangani korban bencana alam dam korban kecelakaan serta mengadakan praktik setiap minggu berupa terapi bekam, terapi listrik, dan terapi pijat.juga mengukur kadar kolesterol, gula darah, tensi darah, dan asam urat. Pasien tidak wajib membayar terapi, namun di persilahkan jika ingin berinfak seikhlasnya.
5. Koperasi Buku
Koperasi buku menjadi program "Migran Usaha Mandiri" dalam menjual buku-buku keislaman. tujuannya adalah berdakwah lewat buku Islam. Modal koperasi berasal dari pemilik saham yang tergabung di DDHK.
6. Ulil Albab
Bergerak di bidang dakwah, tujuan mencetak kader-kader dakwah, anggota 210 orang.
7. Rumah Berkah
Sekarang sudah di mandirikan atau otonom. Yaitu rumah makan halal, memiliki program, kewirausahaan, santriwati, Tahfiqz Al-Quran, dan pengembangan life skill.
8. PERI
 Program perantau Indonesia (PERI) : kuliner, menyediakan masakan halal.
9. LPAM (lembaga pelayanan advokasi migran)
Bergerak di bidang hukum, yakni memberikan pendampingan/pembekalan (advokasi)kepada BMI Hong Kong dengan masalah hukum.
10. Shelter Iqro
Tempat penampungan BMI bermasalah. atau tempat pesantren kilat. Kegiatan meliputi, belajar komputer, bahasa Inggris, mengaji Al-Quran. Acara taushiyah biasa di lakukan setelah shalat subuh. Malam hari juga mengundang ustadz untuk mengisi taushiyah.
11. Volunteer DDHK
Anggota aktif berjumlah 102 orang.volunteer (relawan) DDHK adalah membantu kelancaran pelaksana semua kegiatan DDHK.
12. LPTQ
Lembaga Pengembangan  Tilawah
            Dan unit terkini atau di sebut dengan " Si Bungsu" adalah website DDHK dengan alamat URL http://www.ddhongkong.org dan http://www.dompetdhuafa.hk
DDHK News di maksudkan sebagai unit pelaksana DDHK dan hal pengembangan informasi dakwah dan media internet.
            Adapun visi dan misi DDHK
     
Visi:

Bertekad menumbuhkembangkan jiwa dan kemandirian masyarakat yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan.

Misi:

1. Membangun diri menjadi lembaga yang berfungsi sebagai lokomotif gerakan pemberdayaan masyarakat.

2. Menumbuhkembangkan jaringan lembaga pemberdayaan masyarakat.

3. Menumbuhkembangkan dan mendayagunakan aset masyarakat yang berbasis kekuatan sendiri.

4. Mengadvokasi paradigma ekonomi berkeadilan.

Tujuan:

1. Meningkatkan efektifitas kinerja lembaga.

2.Meningkatnya otonomi jaringan lembaga melalui devolusi (desentralisasi dan pelimpahan wewenang).

3. Meluasnya pemahaman, penerimaan dan pelaksanaan ekonomi berkeadilan.

4. Meningkatnya pendayagunaan aset masyarakat melalui pengelolaan ziswaf dan derma.

5. Tercapainya kemandirian komunitas sasaran.
                  Dalam kiprahnya, DDHK tak sedikit mengulurkan bantuan pada mereka yang membutuhkan, seperti yang telah penulis tuliskan kan di atas sesuai dengan tulisan yang telah di lansir oleh DDHK News. Seperti yang telah saya saksikan sendiri dan kegiatan setiap minggunya tak ada alpanya untuk dakwah di jalan Allah.
                  Menurut general manajer DDHK, Ustadz Ahmad Fauzi Qosim, setiap bulan sekali DDHK mendatangkan ustadz dari tanah air untuk memberikan siraman rohani pada BMI, yang sudah menjadikan kegiatan rutinnya. "Kita ada Ustadz sendiri, jadi bukan Ustadz yang terkaenal di Tanah Air yang selalu kita undang, saat ini kita datangkan ustadz dari Yogyakarta. Dalam satu bulan ini, setiap minggunya kita mengisi di delapan tempat. Dan saya mengisi tiga tempat," ungkapnya ketika penulis bersilaturahmi di kediamannya di rumah dinas di Havent Street, No. 29, Causeway Bay, Hong Kong (23/6/2012). Tak jarang pula DDHK mengundang ustadz-ustadz  kenamaan di Tanah Air seperti Ustadz Triyono Hari Kuntjoro, Prof. Dr. H. Amin Suma, SH, MA, dewan pengawas Syariah Dompet Dhuafa dan dewan Syariah Nasional MUI Pusat,Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah.
                    Menurut alumnus Universitas Gajah Mada dan ayah dari satu putra ini, Beberapa kasus BMI yang telah ditangani DDHK meliputi kasus pemerkosaan, penganiayaan, gaji underpay, over stay, job tidak sesui demgan yang di tulis di kontrak kerja, kabur, interminite, break contract dll. Tak hanya berkutat para kegiatan kegamaan saja, kasus hukum seperti di atas pun bisa di entaskan oleh para prajurit-prajurit Rasulullah yaitu Ust. Qosim dan volunteer LPAM. Dalam kegiatan volli, dancer DDHK pun memberikan pendanpinginya, dan setengahnya pendampingan untuk kegiatan pengajian.
                    Dalam kegiatannya terkait tentang LKT, para volunteer tak sedikit mengulurkan bantuan pada BMI yang mengalami sakit dan sedang di rawat rumah sakit. Seperti yang telah di lansir oleh Iqro waktu lalu, Muntatik yang sedang di rawat rumah sakit di Prince of Wales Hospital, Satin, pada 11/3/2011lalu berlanjut ke rumah sakit Lataso, Taipo dan yang akhirnya meninggal di Tanah Air, yang sebelumnya pihak KJRI telah memulangkannya pada 29 Desember 2011. Para prajurit Rasulullah inipun mengulurkan bantuannya hingga Muntatik meninggal dan pemulangan jenazahnya di kampung halaman Dompet Dhuafa dan BNP2TKI andil dalam mengulurkan bantuannya.
                     Dalam pemberdayaan BMI Hong Kong yang akan kembali ke Tanah Air, bersama Migrant Istitute Dompet Dhuafa Hong Kong sebagai tindak lanjut dari Program "Sukses di Rantau Mandiri di Negri Sendiri", langkah-langkah signifikan mulai di rencanakan saat itu, di antaranya adalah, 6 bulan sebelum pulang BMI harus di berikan kelas khusus untuk mempersiapkan program-program yang akan di lakukan setelah pulang. Gairah kerelawan dan kemilitan untuk membangun daerah masing-masing. Migrant Institute berharap bisa menjadi pintu masuk untuk BMI dengan segala bentuk pelatihan yang mereka inginkan. Bekerja sama dengan jejaring Dompet Dhuafa yang lain srperti Masyarakat Mandiri, Kampoeng Ternak, Institut Kemandirian dsb.
                 Pada Saptu, Minggu, 25/26 Juni 2011, dan berlokasi di Dance Cafe  B39, Commercial Centre 121,King's Road-Fotress hill, Hong Kong. Dompet Dhuafa HK menghadirkan pengusaha sukses, Bob Sadino, Presiden Dompet Dhuafa, Ismail Agus Said, dan "Jay Teroris" Zainal Abidin, soscial entrepreneur dalam acara "Training Menjadi Pengusaha". Upaya DDHK ini untuk memberikan pembekalan kewirausahaan kepada BMI, agar kelak bila pulang ke kampung halaman mempunyai modal ilmu dan juga modal usaha.
                  Pada tanggal 3, 10, 17, dan 24 April 2011, DDHK juga mendatangkan trainer  Sambas Miharja, pemilik Izzy Studio, di Jl.Pembangunan No. 01 Cihampelas, Bandung Barat dalam training video shooting dan editing pada volunteer DDHK dan BMI Hong Kong.
                  LPAM Dompet Dhuafa tak hanya menunggu telpon dari BMI dan duduk di kantor DD, tetapi LPAM andil juga di lapangan bersosialisasi dengan BMI dan organisasi BMI lainnya sharing tentang hukum dan advokasi.
                  Selama bulan Ramadhan 2012, DDHK menyelenggarakan pelatihan komunikasi (Jurnalistik, Public speaking, Blogging, dan Public Relations) dengan mendatangkan trainer dari Bandung, alumnus Hubungan Internasional FISIP Unpad, Asep Syamsul M. Romli/Kang Romel, seorang wartawan, penulis, penyiar, blogger, webdesigner, dosen, trainer, konsultan media, public speaker dan editor DDHK News.
                   Dengan di selengarakannya pelatihan ini di harapkan bisa membuka wawasan pada BMI terutama tentang media literasi. Pemberdayaan pada BMI Hong Kong dan Macau dan para peserta latihan komunikasi telah membentuk organisasi  dengan nama "Communication Club" atau CC, dengan jumlah anggota sekitar 118 orang. Dan DDHK News saat ini sedang menyelenggarakan lomba blog antar BMI Hong Kong, Macau, dan Taiwan dengan tujuan agar integritas BMI menjadi lebih baik lagi, BMI bukan hanya kerja dan rutin di dapur, tetapi juga bisa menggunakan blog dan internet.
                  Seperti yang di lansir DDHK News, 19 Agustus 2012, Kang Romel mengatakan, ide pembentukan CC ini muncul dari harapan adanya tindak lanjut pelatihan komunikasi. "Ke depan CC di harapkan menjadi forum teman-teman BMI yang ingin mengembangkan minat dan bakat di bidang komunikasi," ujarnya.
                   Pepatah asing mengatakan,"No smoke without fire". Tidak ada asap kalau tidak ada api.
Adanya Dompet Dhuafa di Hong Kong karena ada penyebabnya.
                   Kehadiran DDHK tak lepas dari kehadiran DD Republika sebagai pelopor DD di sejumlah daerah dan di luar negri. Adapun empat pendiri lembaga independen Dompet Dhuafa Republika adalah Parni Hadi, Haidar Bagir, S, Sinansari Ecip, dan Eri Sudewo. Keempat jurnalis tersebut banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap berjumpa dengan kaum kaya. Di gagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapa pun yang peduli kepada nasib dhuafa. Sejak kelahiran Harian Umum Republika awal 1993, para wartawan tersebut aktif mengumpulan zakat 2,5% dari penghasilan.
                   Awal kegiatan DD di Hong Kong sekitar tahun 1999, ketika ada organisasi Islam mengundang DD Republika(pusat) untuk hadir dalam kegiatan dakwah. Hasil kegiatan DD di Hong Kong membuat DD tergerak untuk berkiprah lebih dalam  untuk melakukan program dakwah.
Tahun 2003 di buatlah devisi program DD bersama SPM (sahabat pekerja migran) yang fokus pada empat hal yaitu dakwah, pendidikan, advokasi, dan pemberdayaan. Dan 2004 berdirilah DDHK.
                   Semoga DDHK semakin eksis dalam pemberdayaan umat di Negri Beton ini, dan BMI yang belum sadar untuk membayar zakat maal, yaitu 2,5% dari gajinya segera menunaikan kewajibannya. Dan satu hal lagi dari penulis, kiprah DDHK selama ini dalam pemberdayaan kepada BMI akan lebih afdol bila di di film kan di layar lebar. Semoga akan ada BMI dan sutradara soleh untuk membuat film tersebut. Amin.

(Siswati Dwi Murti/Sumber: DDHK News, dan Majalah Iqro)

                        
                 
                  
          
                     
                                  

No comments:

Post a Comment