Wednesday, 3 October 2012
UNIMIG HK Gelar Kajian Advokasi dan Perkenalan Anggota Baru
Hong Kong- Union Migrant (UNIMIG) Hong Kong menggelar Kajian advokasi dan perkenalan anggota baru yang di helat di kantor Dompet Dhuafa Hong Kong, Causeway Bay, Selasa (2/10/2012).
Sekitar dua puluh peserta, yang sebagian besar anggota Unimig hadir dalam acara tersebut, dengan mendatangkan Ustad Abdul Ghofur wakil dari Unimig Indonesia yang sekarang menjabat sebagai kepala pengembangan jaringan. Sempat pula menjabat sebagai general manager Dompet Dhuafa Hong Kong periode 2008-2011.
Ust. Ghofur mengatakan, permasalahan yang sering terjadi dengan buruh migran Indonesia (BMI) karena minimnya pengetahuan hukum, calon BMI tidak di berikan pendidikan hukum , tanda tangan kontrak yang sering terjadi karena tidak tahu isi perjanjiannya , dan minimnya informasi yang cukup untuk BMI serta pembodohan yang sering di lakukan oleh PJTKI di dalam negri.
"Niat saya bergabung dengan Unimig ini, karena saya senang membantu orang lain, ikhlas,ingin memudahkan orang lain , dengan bermodal pengalaman dari Hong Kong dulu saat membantu kasus-kasus BMI," tutur Ust. Ghofur saat memberi sambutan terkait tentang advokasi ketenagakerjaan.
Pada Tanggal 23/9/2012 yang lalu, Ust. Ghofur berkunjung ke Jordan dan Dubai negara penempatan BMI, dengan biaya di tanggung oleh Pemprov Jawa Barat, dengan tujuan meninjau keadaan BMI di negara tersebut.
"Kondisi BMI di Jordan dan Dubai sangat memprihatinkan, sekitar 65 BMI di tampung di KBRI, ada yang stres, hamil dan punya anak, korban pekosaan, dan kasus-kasus lainnya," tegasnya.
Pemprov Jabar, tambahnya, memberi kepercayaan pada Unimig guna mengantisipasi permasalahan yang akan dan sedang di alami oleh BMI. ust. Ghofur, sebagai kepala pengembangan jaringan Unimig Indonesia, rencananya pada minggu ini akan akan memberikan sharing kepada calon TKI dan kepala desa di distrik Jawa Barat. Unimig juga memberikan penyuluhan terkait hukum ketenagakerjaan kepada tokoh agama dan tokoh masyaarakat (togatomas) di distrik tersebut.
"Untuk mengantisipasi kasus-kasus TKI di luar dan di dalam negri, insyaallah akan ada pemutaran film multi level tentang kasus-kasus tersebut. Pahalanya sangat besar juga pahala di akhiratnya, " katanya.
(Siswati Dwi Murti)
(Tulisan ini di ikutkan lomba di DDHK News)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment